Universitas Terbaik di Lampung, Teknokrat Pengabdian Kepada Masyarakat di SMK Gajah Mada

Bandar Lampung – Universitas terbaik di Lampung, Universitas Teknokrat Indonesia melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk sekolah binaan SMK Gajah Mada Bandar Lampung.  Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 31 Maret 2021 dengan pemberian materi pelatihan yang diberikan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia. 

Adapun tim PKM yang bertugas di SMK Gajah Mada Bandar Lampung adalah Auliya Rahman Isnain, M.Cs., Sanriomi Shintaro, M.Kom., Fenty Ariany, M.Kom., Yusra Fernando, M.Kom., Parjito, M.Cs.  Untuk mahasiswa yang dilibatkan adalah Ridwan Mahendra (S1 Informatika), Ghozali (S1 Informatika), M. Rafi (S1 Teknik Komputer), Ahmad Alfarizi (S1 Teknik Komputer), Edo Gustami (S1 Teknik Komputer), Tri Widodo (S1 Teknik Komputer).  Adapun kegiatan PKM tersebut adalah dengan memberikan pelatihan “Pendampingan dan Pelatihan Pembuatan Alat Cek Suhu Tubuh Otomatis Berbasis IoT”.

Kepada siswa dan siswi SMK Gajah Mada, para dosen dan mahasiswa Universitas Teknorat Indonesia memberikan materi pengenalan alat seperti NodeMCU, Sensor MLX90614 (suhu), Arduno IDE (PC/laptop), aplikasi Blynk (Hp).  Acara dibuka Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Gajah Mada Riyon, S.Pd., M.Pd.

Menanggapi itu, Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM., mengatakan, pengabdian kepada masyarakat selalu melibatkan para dosen yang ahli di bidangnya. Dengan harapan, usai pelatihan, para guru dan siswa mampu mempraktikkan apa yang didapat selama pelatihan.

Mahathir mengatakan, pelatihan pembuatan alat cek suhu tubuh ini sangat penting selama masa pandemi. Sebab, sekolah bisa memproduksi sendiri alat ini untuk digunakan setiap hari kepada guru dan tamu yang datang ke sekolah. Dengan demikian, bisa mengantisipasi penularan covid-19 di mana mereka yang suhu tubuhnya di atas 37 derajat Celsius dimohon untuk tetap di rumah dan memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan yang ada.

Mahathir mengatakan, keterampilan teknis semacam ini penting diberikan. Alat yang bisa dibuat sendiri membuat sekolah bisa kreatif dalam memproduksi pendeteksi suhu tubuh. Ini merupakan satu item dari protokol kesehatan selama masa pandemi covid-19.