Universitas Terbaik di Lampung, Teknokrat Latih Guru MAN 1 Pesawaran Pembelajaran Berbasis Web

Pesawaran, – Universitas terbaik di Lampung, Universitas Teknokrat Indonesia kembali menurunkan tim Pengabdian kepada Masyarakat program Sekolah Binaan di MAN 1 Pesawaran. Adapun tema yang diangkat adalah “Penerapan Sistem Pembelajaran Berbasis Web”, Senin 12 April 2021. Adapun dosen yang terlibat pada kegiatan ini adalah Styawati, M.Cs, Lulud Oktaviani, M.Pd, Suaidah, M.Kom. dan Lathifah, M.Kom. 

Pengabdian ini turut melibatkan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Program Studi Sistem Informasi. Mereka adalah Rendi Saputra, Yulian Khadaffi, dan Vido Andri Kurniawan  Melalui kegiatan ini, guru diberikan kemudahan dalam menyampaikan materi pada masa pandemi Covid-19 dan siswa diberikan kemudahan untuk mengakses materi serta kemudahan dalam pengumpulan tugas dari setiap guru. 

Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM, mengatakan, penerapan pembelajaran berbasis web pada masa pandemi sudah menjadi kebutuhan. Sebab, pembelajaran daring membuat guru mesti kreatif dalam memberikan pembelajaran via daring. Jika tidak demikian, siswa akan kesulitan menangkap materi yang disampaikan.

Adanya daring, kata Mahathir, justru menjadi peluang bagi guru mengembangkan model pembelajaran yang baru. Media daring, ujar mahathir, digunakan untuk memaksimalkan penerimaan pelajaran kepada siswa. Dengan model pembelajaran berbasis web, diharapkan guru mudah dalam penyampaian. Sementara murid bisa cepat menangkap konten yang disajikan. Pola belajar berbasis web ini sudah didesain agar mudah digunakan, baik oleh guru maupun siswa.  “Teknologi itu memudahkan semua”.

Termasuk dalam masa pembelajaran daring, pelajaran berbasis web bisa menjadi alternatif,” kata dia.  Mahathir mengatakan, tiap sekolah sekarang mesti cepat beradaptasi dengan perubahan teknologi yang supercepat. Jika tidak demikian, cara belajar konvensional akan kalah di tengah persaingan. Sebab itu, ia merespon baik pelatihan di MAN 1 Pesawaran ini. Apalagi konten pelajaran yang sarat dengan nilai-nilai agama, kata Mahathir, mesti diberikan dengan gamblang.

Dengan demikian, siswa akan menerimanya dengan baik tanpa ada ketidakjelasan saat menerima pelajaran. Itu sebab, pembejalaran berbasis web ini relevan diberikan dan diterapkan.