Universitas Terbaik di Lampung Teknokrat Latih Guru MA Mathlaul Anwar Konten Video Pembelajaran

Bandar Lampung – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Teknokrat Indonesia melaksanakan Program Sekolah Binaan untuk guru dari MA Mathla’ul Anwar di Lab 2 Bahasa, Gedung A Universitas Teknokrat Indonesia, 27 Maret 2021.

Kegiatan ini merupakan salah satu dari empat rangkaian kegiatan yang dilaksanakan tim PKM UTI sampai Mei 2021 yakni “pelatihan pembuatan dan pengeditan video pembelajaran”. Adapun tim PKM dari kegiatan ini adalah Arniza Fitri, ST, MSc, PhD (ketua) dengan anggota Dr. Emi Suwarni, SE, Msi, Farli Rossi, ST, MSc, dan Tri Darma Rosmala Sari, SE, MSAk.

Mahasiswa yang dilibatkan partisipasinya adalah Ade Rahman, Asrul Fikri, Amnesti Saputri, dan Ayu Suraiya.

Kepala Sekolah Herlinawati, S. Pd.I menyambut baik program ini. Ia senang para guru mendapatkan pengetahuan baru dan memadai soal ini. Ia ingin semua guru punya kemampuan yang sama untuk membuat video pembelajaran.

Sehingga, murid bisa mudah menangkap materi dari konten dalam video. Penggunaan audio visual semacam ini juga memudahkan dalam penyerapan materi oleh siswa. Ia yakin, dengan cara demikian, proses transformasi pengetahun bisa berlangsung dengan baik. Apalagi selama masa pandemi memang dibutuhkan konten yang membuat siswa cepat menangkap materi pembelajaran.

Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhmmad SE MM menambahkan, para guru sebaiknya menggunakan media audio visual. Sebab, ini memudahkan siswa mencerna materi pembelajaran.

Dengan demikian, guru juga makin terlatih menghasilkan konten yang bermutu. Dengan pelatihan ini, ia berharap semua guru piawai dalam memproduksi konten video.

Ia ingin semua guru punya keterampilan yang sama. Sehingga semua materi pelajaran bisa dibuatkan materi atau konten video. Dalam hal ini, dosen dan mahasiswa Teknokrat dinilai bisa memandu para guru.

Mahathir ingin pelatihan semacam ini dibuat lebih sering. Sebab, keterampilan teknis semacam in sangat berguna. Dengan ini, para guru akan langsung mempraktikkan materi yang didapat. Dari situ pula bisa dievaluasi apakah konten video yang dibuat sudah sesuai dengan kebutuhan atau belum.