Tim PKM Universitas Teknokrat Indonesia Laksanakan Sekolah Binaan di SMAN 1 Kibang

Metro Kibang – Universitas terbaik di Lampung, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia melaksanakan Sekolah Binaan. Dengan judul “Penerapan Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan dalam Mengoptimalkan Kualitas Kegiatan Belajar Mengajar di SMAN 1 Kibang”. Sekolah ini berada di Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur.

Kegiatan yang dilaksanakan Selasa, 27 April 2021, ini disambut baik oleh Kepala SMAN 1 Kibang Tety Efently Daulay, S.Pd. Adapun dosen yang terlibat pada kegiatan ini adalah Ahmad Ari Aldino, S.Si., M.Si., Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom., dan Very Hendra Saputra, S.Pd., M.Pd. 

Pengabdian ini turut melibatkan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, yakni Safira Alya Eka, Nur Cahyana Aminuallah, Doni Angga Saputra, dan Isidorus Richardius Kuncoro. Melalui kegiatan ini, guru diberikan kemudahan dalam menyampaikan materi pada masa pandemi Covid-19 dan siswa diberikan kemudahan untuk mengakses materi, serta kemudahan dalam pengumpulan tugas dari setiap guru.

Menanggapi ini, Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, SE.,MM. mengatakan, pembelajaran daring sering menjadi keluhan guru dan siswa. Hal ini dipicu dengan budaya baru belajar yang tidak tatap muka, melainkan dari media daring. Bagi sebagian orang, model pembelajaran seperti ini memang tidak cepat diadaptasi. Hal itu menyebabkan pembelajaran tidak optimal, baik dari guru maupun siswa.

Mahathir mengatakan, dengan pelatihan ini, para guru bisa mengakses teknologi dengan mudah sehingga siswa bisa mengakses apa yang diajarkan dengan baik. Para guru juga dibekali kemampuan teknis sehingga paparan dalam pembelajaran daring ini tetap menarik, kreatif, dan inovatif. Dengan demikian, para siswa juga bisa menerima dan  mengikuti pembelajaran dengan nyaman.

Menurut Mahathir, kendala pembelajaran daring ke depan semestinya bisa ditekan dengan pemanfaatan teknologi. Ini akan mendorong pembelajaran yang menyenangkan dan dua arah. Siswa juga, bisa memberikan atensinya kepada pembelajaran yang disampaikan. Dengan demikian, pola pembelajaran daring ini tetap menghasilkan kualitas belajar yang sama bahkan lebih baik ketimbang tatap muka.